Pekanbaru, kilatperistiwa.com - Dibawah kepemimpinan Agung Nugroho
dan Markarius Anwar mencatat kemajuan terstruktur hingga melampaui target.
Menjadi fondasi untuk melanjutkan transformasi menuju Pekanbaru yang lebih
bersih, sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Dalam satu tahun terakhir, Pekanbaru menunjukkan satu hal yang jelas, yakni
arah pembangunan bergerak lebih terstruktur, pelayanan publik makin
mendekat ke warga, dan tata kelola kota mulai dibenahi secara menyeluruh.
Komitmen tersebut diawali dengan kebijakan yang menyentuh kebutuhan harian
warga, mulai dari Penurunan tarif parkir kendaraan bermotor. Hal tersebut sudah
mulai dibenahi Agung Nugroho setelah pelantikannya menjadi Wali Kota Pekanbaru.
Pada Perwako ini dilakukan penurunan penerapan tarif parkir di Kota
Pekanbaru. Agung menurunkan tarif parkir untuk kendaraan roda dua dari
Rp2.000,- menjari Rp1.000. Sementara untuk kendaraan roda empat diturunkan dari
Rp3.000 menjadi Rp2.000 untuk satu kali parkir.
Pada Sektor lingkungan, Gerakan Serbu Sampah digulirkan dan Lembaga
Pengelolaan Sampah (LPS) yang dibentuk di 83 kelurahan, Penindakan terhadap
pelaku pembuang sampah illegal, sert penertiban sebanyak 175 tiang
reklame.
Tidak hanya itu, pada Sektor Pelayanan publik Agung Nugroho melakukan pembenahan pelayanan melalui kehadiran Mobil AMAN berupa layanan administrasi kependudukan. Menurutnya, keberadaan mobil AMAN ini tentu bisa menjangkau masyarakat yang hendak mendapat layanan administrasi dan kependudukan. Mereka tidak perlu jauh-jauh lagi mengurus dokumen administrasi kependudukan.
“Kita berharap dengan kehadiran mobil AMAN ini bisa menjangkau masyarakat
di wilayah pinggiran Kota Pekanbaru dan mempermudah masyarakat dalam melakukan
pengurusan. Setiap hari, mobil ini akan menuju lokasi-lokasi yang sudah di
jadwalkan” jelasnya.
Selanjutnya Pengendalian banjir dilakukan dengan penanganan 20 titik rawan,
normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer, drainase, dan DAS sepanjang 109,5
kilometer. Penanaman 15 ribu pohon memperkuat visi Pekanbaru Green City yang
berkelanjutan.
Solidaritas juga ditunjukkan Pemerintah Kota Pekanbaru terhadap daerah terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui bantuan tunai dan sembako masing-masing senilai Rp 3 miliar dan Rp 1,5 miliar.
Pada Sektor Pendidikan, Wali Kota Pekanbaru berikan Beasiswa S1 hingga S3,
termasuk bagi Hafiz Al-Qur’an, Program Zero Putus Sekolah berhasil dapat
menjaring 1778 anak dengan berbagai latar permasalahan dan mengembalikan 757
anak ke bangku pendidikan. Menanggulangi kendala ijazah yang tertahan dan
membantu perlengkapan sekolah.
Guna menyukseskan wajib belajar 13 tahun pemerintah kota Pekanbaru telah
mewujudkan pemenuhan 1 PAUD 1 Kelurahan dengan menginterasikan pada layanan
posyandu serta meningkatkan kompetensi kader dengan mengadakan pelatihan kader
posyandu yang menjadi bagian dari strategi menekan angka stunting dan
memperkuat kualitas generasi mendatang.
Pemeriksaan kesehatan gratis, Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik dan kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).
Dalam bidang prestasi dan penguatan identitas budaya turut mewarnai
perjalanan setahun kepemimpinan Agung, Pekanbaru meraih Juara 2 MTQ Tingkat
Provinsi Riau dan sukses menyelenggarakan MTQ ke-57 tingkat kota. Festival
Kreatif Budaya Melayu digelar untuk menghidupkan nilai kultural sekaligus
mendorong UMKM.
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho juga menerima penghargaan peringkat dua
nasional pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari Pemerintah
Pusat atas keberhasilannya dalam menekan angka kemiskinan dan stunting.
Dalam Akselerasi Program Strategis Nasional (PSN) Dan Pembangunan Pekanbaru
Pemerintah juga berhasil merealisasikan Makan Bergizi Gratis Terdapat 27 dapur
umum MBG. Satu dapur umum menyiapkan sekitar 3.000-3.500 porsi MBG per hari.
Adanya Koperasi Merah Putih Sebanyak 83 koperasi yang berbadan hukum di
setiap kelurahan. Digitalisasi Pendidikan Program digitalisasi Pendidikan masih
berlangsung. Salah satu contoh mendapat smartboard atau papan tulis pintar di
sekolah negeri Kota Pekanbaru. Sekolah Rakyat Pembangunan fisik masih
dalam tahap persiapan dan lahan sudah tersedia. Siswa sudah mulai bersekolah di
Sentra Abiseka Kota Pekanbaru milik Kementerian Sosial. Pengentasan Kemiskinan
Intervensi menghapus kemiskinan ekstrem dan mendorong pengembangan UMKM sebagai
alat penekan angka kemiskinan.
Pengelolaan Sampah Terpadu Mengembangkan sistem pengelolaan sampah
pengangkutan dan pengurangan timbulan sampah melalui Lembaga Pengelolaan Sampah
(LPS) di setiap kelurahan.